Fisika Teknik atau Teknik Fisika? manakah yg benar?

Seringkali orang awam bingung, manakah yg benar antara Fisika Teknik dan Teknik Fisika. Sebelum bahas ini lebih lanjut, ada baiknya kita tanya ke tante wiki.


Engineering physics (EP) is an academic degree, available mainly at the levels of B.Sc., M.Sc. and Ph.D. Unlike other engineering degrees (such as aerospace engineering or electrical engineering), EP does not necessarily include a particular branch of science or physics. Instead, EP is meant to provide a more thorough grounding in applied physics of any area chosen by the student (such as optics, nanotechnology,mechanical engineering, electrical engineering, control theory, aerodynamics, or solid-state physics). This is why in some countries only the B.Sc. part of the degree is called a degree in Engineering Physics.

Engineering physics degrees are respected degrees taught in many countries. It is notable that in many languages the term for Engineering Physics would be directly translated into English as "technical physics".

More recently, as an apparent attempt to stress the interdisciplinary nature of such degrees, some institutions now use the term Engineering science.


Well.. dari jawaban tante wiki, dapat kita simpulkan bahwa yg benar adalah Fisika Teknik. Lucunya muncul Undang2 di negeri kita bahwa untuk semua jurusan Teknik, harus diawali dengan kata "Teknik". Sehingga jurusan Fisika Teknik pun akhirnya diganti menjadi Teknik Fisika. Hah? What the He** is that!? Alasan apa pulak itu?

selanjutnya coba tanya ke pakde www.engineering.com


Engineering physics is a branch of applied science that emphasizes both engineering and physics. The engineering physics curriculum is designed to fulfill the educational requirements for professional work in various fields of applied science which are based upon a thorough knowledge of physics and foundation of basic scientific principles, as well as the theoretical knowledge and skills required for specific engineering applications.


Dari sini bisa dilihat bahwa yg namanya Engineering Physics itu merupakan suatu bidang yg merupakan perpaduan antara Rekayasa dan Fisika. Ini jelas menunjukkan bahwa istilah yg tepat memang Fisika Teknik bukan Teknik Fisika.



Instrumentation Laboratory Department of Physics and Engineering Physics Saskatchewan University


Photonics and Biophotonics Facilities at Department of Engineering Physics McMaster University

Transistor Terkecil Dibuat dari "Goresan Pensil"



Dalam satu goresan pensil mungkin dapat disusun ribuan transistor. Bagaimana tidak, untuk membuat sebuah transistor terkecil di dunia, hanya cukup 10 atom graphene dari bahan baku pensil, grafit.

Seperti dilaporkan dalam jurnal Science edisi terbaru, kesuksesaan ini buah kolaborasi Dr Kostya Novoselov dan Profesor Andre Geim dari Sekolah Fisika dan Astronomi Universitas Manchester, Inggris. Berkat temuannya, sebuah transistor dapat dibuat dengan ukuran lebih kecil dari sebuah molekul.

Semakin kecil ukuran transistor, semakain besar peluangnya menanamkannya dalam rangkaian sebuha chip. Sejak chip pertama kali dikembangkan tahun 1960-an, para ilmuwan terus berusaha memperkecil ukuran sebuah transistor karena pengaruh hukum Law yang dikemukakan Gordon Moore, pendiri Intel. Hukum yang sebenarnya prediksi Moore tersebut menjadi target perusahaan chip untuk melipatgandakan jumlah transistor dalam satu keping chip prosesor setiap dua tahun.

Miniaturisasi transistor terus menjadi tantangan dalam industri komputasi. Namun, teknologi berbasis silikon yang dipakai saat ini diperkirakan menghadapi batas antara 10-20 tahun ke depan. Ukuran sebuah komponen dalam chip tidak mungkin diperkecil kurang dari 10 nanometer karena pada kondisi tersebut semua oksida semikonduktor, termasuk silikon, tidak terkontrol jika dicetak di atas permukaan seperti air yang diteteskan di atas loyang panas.

Graphene dapat menjawab tantangan tersebut karena tetap stabil pada suhu tinggi dan bersifat konduktif atau menghantar listrik dalam ukuran satu nanometer sekalipun. Penelitian di Manchester telah membuktikan kemampuan graphene membentuk komponen listrik yang berkuran di bawah 10 nanometer.

Namun, jangan berharap dulu bisa membuat superprosesor dengan transistor ini. Sebab, fokus peneliti baru pada tahap memperkecil ukuran transistor dan belum sampai pada tahap merangkainya menjadi sirkuit elektronika.

"lagipula, belum ada teknologi yang dapat memotong dalam ukuran nanometer secara presisi. Namun, ini sama besarnya dengan tantangan yang harus dihadapi pascasilikon. Setidaknya, kami punya material yang dapat memenuhi tantangan tersebut," ujar Geim.

Material ini ditemukan pertama kali oleh Geim dan timnya empat tahun lalu dan menjadi topik hangat dalam penelitian fisika dan material saat ini. Graphene merupakan material pertama yang memiliki ketebalan satu atom karena bisa digambarkan sebagai atom-atom grafit yang disusun berjajar.(PHYSORG/WAH)

sumber : www.kompas.com

Kunci Konversi Sampah ke Energi Listrik Ditemukan

Mimpi mengubah sampah dan limbah menjadi aliran listrik kian mendekati kenyataan, terlebih ketika para peneliti dari Universitas Minnesota Amerika Serikat menemukan kunci konversi sampah ke listrik.

Baru-baru ini hasil penelitian tim Universitas Minnesota mendapati bahwa organisme bakteri yang mampu menghasilkan listrik bisa ditingkatkan produksi energinya dengan pasokan riboflavin - yang lazimnya dikenal dengan vitamin B-2.

Bakteri penghasil listrik itu bernama Shewanella, seringnya didapati di air dan tanah.

“Bakteri ini bisa mengubah asam susu (lactic acid) menjadi listrik,” kata Daniel Bond dan Jeffrey Gralnick dari Jurusan Mikrobiologi Institut Bio-Teknologi Universitas Minnesota yang memimpin penelitian.

"Ini sangat membahagiakan buat kami, karena menuntaskan teka-teki biologi yang sangat fundamental," kata Bond.

Ia menjelaskan, "Para pakar selama sudah bertahun-tahun mengetahui bahwa Shewanella bisa menghasilkan listrik. Dan sekarang kami tahu bagaimana bakteri ini melakukannya."

Penemuan ini juga berarti bakteri Shewanella bisa memproduksi energi lebih banyak lagi bisa riboflavin ditingkatkan jumlahnya. Selain itu penelitian tim Universitas Minnesota ini juga membuka peluang bagi berbagai inovasi di bidang energi terbarukan dan pembersihan lingkungan.

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 3 Maret 2008.

Tim penelitian yang lintas-disiplin ilmu ini menunjukkan bahwa bakteri tumbuh di elektroda yang secara alamiah menghasilkan riboflavin.

Karena riboflavin sanggup membawa elektron dari sel-sel hidup ke elektroda, maka angka produksi listrik pun bisa ditingkatkan menjadi 370 persen saat riboflavin ditambah jumlahnya.

Penambahan bahan bakar mikroba ini menggunakan bakteri serupa yang bisa menghasilkan listrik untuk membersihkan limbah air.

"Bakteri bisa membantu kita menurunkan biaya pabrik pengelolaan limbah air," kata Bond.

Tapi untuk aplikasi yang lebih ambisius seperti listrik untuk transportasi rumah atau bisnis, masih kata Bond, dibutuhkan temuan ilmu biologi yang lebih mutahir dan pasokan bahan bakar sel yang lebih murah.

Lalu timbul pertanyaan, "Bagaimana bakteri ini bisa menghasilkan listrik?"

Secara alamiah, bakteri seperti Shewanella butuh mendapatkan dan melarutkan benda-benda logam seperti besi. Dengan kemampuan mengarahkan secara langsung elektron ke logam, membuat bakteri ini bisa mengubah kadar kimia dan tingkat ketersediaannya.

"Bakteri sudah sejak miliar tahun lalu mengubah kadar kimia di lingkungan hidup kita," kata Gralnick.

"Kemampuan mereka membuat besi menjadi zat yang terlarutkan adalah kunci dari proses siklus logam di lingkungan dan memainkan peran yang sangat penting buat kehidupan di Bumi," tambahnya.

Proses ini bisa berlaku terbalik untuk menghindari logam terkena kerosi, teruma buat logam-logam di kapal laut. (Ant/OL-06)


sumber : Media Indonesia

Pengamat Sepakbola vs Dewi Fortuna (Bukan Dewi Fersik looo...)

...pada suatu hari, si amat - pengamat sepakbola - ketemu dewi fortuna (DF). beginilah dialognya..


Amat : halo jeng, apa kabar. kemana aja kok gak pernah kliatan..

DF : biasa.. dari jalan2 keliling dunia, nonton bola

Amat : tapi pasti gak mampir di indonesia ya

DF : kok bisa anda nuduh begitu

Amat : ya waktu piala asia kayaknya anda gak hadir di senayan tuh

DF : lho anda aja yg gak liat saya. wong saya ada kok. apalagi waktu tim negri anda main. saya selalu hadir. apa alasan anda nuduh bahwa saya tidak hadir di senayan?

Amat : ya abis tim negri saya gak lolos prempat final tuh. kirain anda gak datang, karena anda tidak berpihak pada tim kami.

DF : emangnya kalo saya hadir, saya mesti memihak tuan rumah ya?

Amat : itulah harapannya, abis wasitnya pada ndak fair. malah ada wasit yg merugikan kita.

DF : kenapa tidak usul ke fifa aja agar ada aturan bahwa - jika dinilai curang - wasit juga bisa diganti saat pertandingan berlangsung. striker tim anda kan sudah dikasih kesempatan. beberapa kali mereka lolos menembus pertahanan lawan, ya kan. salah satu problemnya sering kelamaan nahan bola, heading dan finishing di kotak penalti gawang juga masih kurang.

Amat : termasuk kurang beruntung.

DF : bukannya kurang beruntung mas, yg lebih penting kurang skill dan teknik juga.

Amat : lagian juga anda kok diam aja waktu itu, ndak turun tangan bantu kami.

DF : lho bukankah tim dan warga negri anda sudah puas dan bangga dengan hasil prestasi tim anda yang menang sekali dan kalah dua kali apalagi dg skor yg tipis2. dan lagi sudah dengan semangat juang yg ulet dan maksimal ya kan.

Amat : tapi mbok ya setidaknya anda bantu loloskan ke prempatfinal dong.

DF : emangnya yg jadi lawan tim anda itu siapa bung? kita kan juga mesti realistis. jangan mimpi terus. wong baru menang 2-1 atas bahrain aja warga anda sudah ge-er, overjoyed, senang luar biasa kok. bahkan langsung bikin prediksi utk kalahkan arab, korsel.

Amat : gak papa kan kita slalu optimis, apalagi jadi tuan rumah.

DF : asal tetap ingat aja bahwa sepakbola bukan mainan instan. sepakbola itu proses bung. wargamu terlalu terpengaruh tayangan kontes instan sih.

Amat : abis gimana, kita kan main dan kenal bola udah puluhan taun. malah lebih dari setengah abad. tapi kok gak maju2. gimana kami gak ngebet menang. jepang aja yg baru kenal bola 'kemarin sore' udah ngebut nyalip dan ninggalin kami. terus irak yg diganggu perang aja kok malah juara asia..

DF : itulah bukti bahwa jepang lebih serius dalam ngurus sepakbola, makanya progresnya cepat. juaranya irak karena bisa mengandung pesan moral untuk negri2 yg tak diganggu perang, khususnya untuk indonesia agar termotivasi untuk serius.

Amat : emangnya indonesia kurang serius apanya? kami kan udah habis2an kasih dukungan. sepakbola udah jadi bagian keseharian, jumlah penggemar bolanya hampir sama dg jumlah penduduknya, komentator bolanya segudang..

DF : patokan keseriusannya jangan cuma dinilai dari segi kuantitas dong. aspek kualitatif juga penting. termasuk keseriusan dlm soal visi dan moralitas kepengurusan organisasi sepakbolamu itu.

Amat : maksud loo?

DF : organisasi sepakbola yg bersih itu juga bagian dari keseriusan ngurus bola. sekarang gimana negrimu ingin dibilang serius jika ketua organisasi sepakbolanya aja ‘merangkap’ jadi napi kasus korupsi. sebenarnya tiap nonton tim negrimu saya suka gregetan juga sih dan sesekali suka terusik utk turun tangan bantuin timmu utk menang, tapi lalu saya segera teringat pada kebelumseriusan negrimu dlm ngurus bola yg antara lain tercermin dari sikap para pengurus bolamu dlm memilih orang utk jadi ketua organisasi bolamu itu yg tanpa pertimbangan track-record. di piala asia 2007 ini tadinya saya mau bantu loloskan timmu ke prempat final dg nahan imbang arab dan korsel tapi saya urungkan.

Amat : kenapa?

DF : lho, kan negrimu sudah sangat bangga meski tak lolos ke prempat final karena tim bolamu dianggap sudah berjuang maksimal di lapangan. wong katanya kalah terhormat kok. rakyat juga sudah puas kan? presiden juga senang, bangga. lagian kan seperti biasa selalu ada apologi utk setiap kegagalan. misalnya faktor fisik, mental, stamina, pembinaan, wasit, termasuk menunjuk dewi fortuna, diriku ini, sebagai 'kambing hitam'. that's ok for me. saya gak jadi turun tangan utk loloskan tim bolamu ke prempat final karena saya khawatir.

Amat : khawatir kenapa..?

DF : khawatir sepakbola negrimu makin tidak serius. dan akan menciptakan moral lesson yg tidak sehat bagi publik sepakbolamu.

Amat : maksud loo..?

DF : lho, apa kata dunia nantinya. tim bolamu kalahpun dukungan publik masih gencar kok. apalagi kalau berhasil ke prempat final. ntar wargamu kaget lagi, trus ntar ada yg bilang begini, wah tim bola kita ketua organisasinya korup dan dipenjara aja masih hebat kok, ya udah gak usah demo aja. pesan moral macam itu yg saya khawatirkan.

Amat : ah, sampeyan jangan paranoid gitu dong. anda ini naif sih. gak ngerti psikologi publik negri saya. gak mungkin akan ada yg bilang seperti itu. mereka kan larut dalam eforia kemenangan. lagian dalam situasi normal pun enggak akanlah kami ungkit2 dan ngomongin track-record, reputasi pengurus ini itu, dan sebagainya, karena kami memang sudah lupa akan hal itu.

DF : nah, berarti tim bolamu lolos atau gagal ke babak berikut, kalah atau menang, maju atau stagnan, sebetulnya bukan masalah serius kan? karena publikmu juga pasti akan cepat melupakannya. so, gak usahlah repot2 kecewa, meratapi kegagalan, mikirin tim nasional. percayalah, sebentar lagi semua itu pasti lewat. itu cuma eforia sesaat aja kok. mimpi kolektif sejenak. karena kebetulan negrimu tuan rumah. udah gitu saat itu kan belum lama baru dikunjungi zidane yg agak menyulut antusiasme dan semangat. mereka cuma sekadar nonton aja kok. tanpa keseriusan utk mencermati, mengkritisi, apalagi menjadikannya bahan kontemplasi. ntar juga mereka lupa dan gak pedulikan tim bolamu lagi. apalagi bentar lagi liga bola eropa akan dimulai. kan lebih asyik menyeriusi, nonton dan ngurusin tim bola atau klub, liga bola negri lain yg memang serius ngurus bolanya.

Amat : ada lagi?

DF : saya baru mau bilang. satu hal lagi ialah bahwa dengan kegagalan itu justru bagus untuk menjaga kondisi psikologis dan kedewasaan mental tim bolamu, juga untuk para supporter serta warga negrimu. gini aja, tim bola negrimu kan sudah gagal ke babak berikut, tapi presiden, pengurus, official, suporter, rakyat, semua cukup lapang menerima kegagalan itu kan? semua maklum dan relatif puas dengan perjuangan kesebelasanmu. para pemain juga pasti puas dong apalagi sudah terima bonus 50 juta. so, no problem kan? karena itulah standar pencapaian tim bolamu. jangankan cuma kebobolan 11 gol di kualifikasi pra-piala dunia, bahkan status napi penjarapun bukan masalah bagi ketua tim bolamu termasuk pengurusnya. lagian pssi mu itu macam negara dlm negara aja..

Amat : maksudnya..?

DF : iya, sampai seorang menpora bahkan mungkin presiden pun nggak bisa bertindak apa2 thd 'presiden' 'republik pssi' tsb. atau mungkin pssi mu itu 'kerajaan' dlm negara ya. isinya raja2 kecil yg akan tetap setia menyembah dan menjilati borok2 sang raja besar. mereka tak peduli meski aroma kebusukan borok sang raja besar sudah sampai ke fifa, ke luar negri. mungkin selama si raja belum mati mereka akan tetap menyembahnya..

Amat : ya itulah indonesia.. okelah, jadi sudah jelas anda memang gak mau bantu kami. tapi mbok ya kasih tips agar tim bola kami maju.

DF : ya kamu juga aneh sih. mosok minta bantuan sama jenis mitos macam saya. lagian jika ingin maju dengan instan kenapa tim bolamu tidak memanfaatkan jasa paranormal aja. tindakan itu kan lebih kongkret. negrimu kan gudangnya paranormal, orang pintar, dukun. mestinya mereka juga punya nasionalisme. dimana mereka saat dibutuhkan bangsa dan negara? ini saatnya mereka membuktikan ‘kesaktian’. jangan cuma jadi backing pejabat dan artis aja. kamu minta sama mereka dong. di negrimu kan juga banyak tukang gendam, ada jago hipnotis, punya ahli hypnotherapy. suruh dong mereka untuk buktikan keahliannya demi kemajuan sepakbola negrimu. mestinya mereka direkrut jadi official timmu. agar mereka punya kerjaan yang agak ‘mulia’ dikit. jangan cuma menggendam ibu-ibu. kalau perlu pilih pelatih bola yang juga paranormal, yang jago gendam, hingga bisa membekali timnya dengan ilmu gendam. gendamlah striker tim lawan hingga mereka melakukan gol bunuh diri sesering mungkin. gampang kan..

:-))


sumber : getho

Beratku turun naik gak jelas!!



Dulu ketika SMU, Setiap hari diriku bermain sepakbola...
Ketika itu beratku kurang dari 58 kg....
Saking ketagihannya main bola, sampe lupa makan...
hasilnya?

Sakit hepatitis!! dirawat di Rumah Sakit selama 1 Bulan...

Selama sakit, diriku makan di tempat tidur, tidak seperti orang sakit kebanyakan. Diriku malah lebih rakus ketika sakit ketimbang waktu sehat.
hasilnya?

Beratku 72 kg!!!

Memasuki masa kuliah, diriku sempat menjalani masa2 OS....
hasilnya?

Lumayan.. berat turun jadi 64 kg.. terus berlanjut sampe tingkat 3...


Malapetaka dimulai ketika tingkat 4. Diriku malas olahraga, hobi main DotA dan jarang beraktifitas di Himpunan... MAKAN LAHAP, DotA, tidur, MAKAN LAHAP, DotA, dan tidur...
hasilnya?

Beratku 78 kg!!

TA selesei, nunggu pak Her pulang dari Korea, Mekkah dan Singapura...
Hibernasi di Rumah...
hasilnya?

Beratku 86 kg!!! WTF?!

melewati masa sidang sampe akhirnya diwisuda, hasilnya?

lumayan, jadi 82 kg...

Sekarang pengen langsing nih... Ada yg punya solusi?!