Oleh Y.H. Setiowati*
Siapa yang tak kenal Robert T. Kiyosaki, dengan bukunya Rich Dad Poor Dad yang fenomenal itu? Kini dia tak hanya dikenal sebagai seorang penulis buku laris lagi, dia adalah mahaguru bisnis. Tiket untuk menghadiri seminarnya jutaan rupiah, kaset dan CD-nya juga bisa mudah didapat lewat paket dengan harga yang lumayan mahal.
Sugesti Kiyosaki memang luar biasa. Dia melompat jauh dari seorang penulis menjadi penceramah yang paling dicari setiap orang yang ingin kaya.
Semua buku-buku Kiyosaki menjadi rujukan utama mereka yang hendak memulai atau mengembangkan bisnisnya. Mulai dari real estate, multi level marketing (MLM), dan berbagai bisnis lain. Isi semua bukunya hampir seragam, yaitu berupa panduan praktis tentang uang, dan bagaimana melipatgandakannya.
Slogan-slogannya begitu sederhana, mudah dimengerti, enak dibaca, tanpa memerlukan pemikiran yang mengerutkan dahi.
Hanya saja, yang seringkali dilupakan orang pada Kiyosaki adalah, pada dasarnya ia "cuma" seorang penulis buku, bukan pebisnis. Kalau kita cari namanya, sebelum dia menulis buku-bukunya, di dunia bisnis Amerika,kita tak akan menemukannya. Nama Kiyosaki baru dikenal ketika buku-bukunya meledak di pasaran. Ia tidak pernah tercatat sukses sebagai pebisnis dulu baru kemudian menulis buku. Tapi, setelah buku-bukunya meledak di pasaranlah baru dirinya ditasbihkan sebagai guru bisnis.
Katakanlah dengan cara lain, bila ada sebuah buku tentang Rockefeller, Howard Hughes, atau Jack Welch, bisa kita pastikan itu adalah buku tentang kisah sukses mereka. Ketiganya adalah konglomerat dan manajer yang luar biasa sukses, yang kiat-kiat, pengetahuan dan kepiawiannya sudah teruji dalam dunia bisnis. Maka mempelajari buku mereka sama dengan melihat jejak perjuangan bisnis mereka. Sementara kalau kita membaca buku Kiyosaki, kita hanya meraba-raba siapa dia sebenarnya sebelum menjadi penulis buku sukses itu. Sebab, sebagai "orang bisnis" dia sama sekali "tak dikenal."
Jadi, seandainya Anda seorang pebisnis yang baru akan memulai usaha, dan mencari seorang penasihat agar tidak tersesat di jalan, siapakah yang akan Anda temui? Seorang yang sudah terbukti sukses atau seorang yang belum saya kenal reputasinya, tetapi pintar bicara dan menulis tentang topik bisnis? Tentu saja saya harus pintar-pintar membedakan antara orang yang pintar menulis buku bisnis dan orang yang sukses dalam bisnis itu sendiri.
Bagaimana dengan Kiyosaki? Yang kita tahu, buku-bukunya bukanlah buku fiksi, karena ia berdasarkan pengalaman hidup Robert T. Kiyosaki yang menggambarkan kesuksesannya, sejak ia masih kanak-kanak.
Menurut kisahnya di Rich Dad Poor Dad, Kiyosaki belajar bisnis dengan mencermati dua sosok ayah yang sangat berbeda karakter. Yang satu ayah yang berkarakter konglomerat dan yang satu ayah yang berkarakter birokrat. Karena masuk dalam kategori nonfiksi itulah, banyak pembacanya yang percaya dan meyakini sepenuhnya apa yang ditulis Kiyosaki.
Ayah kandung Robert adalah Ralph H. Kiyosaki, seorang peraih gelar PhD yang berkarir di dunia pendidikan dan menjadi kepala departemen pendidikan di Hawaii. Dialah yang kemudian disebut sebagai Poor Dad dalam buku-buku Robert. Sedangkan ayah dari seorang teman bermainnya, Mike, yang disebut-sebutnya sebagai tetangga sebelah rumahnya, adalah seorang miliarder yang pengusaha sukses, berjiwa konglomerat.
Rich Dad Poor Dad adalah best-seller yang begitu laris manis bak kacang goreng dan terjual hingga lebih dari 8 juta copy. Ini membuat sang pengarang laris diundang ke berbagai seminar untuk memberi nasihat kepada para pebisnis tentang prinsip yang tertuang dalam slogan: "Jangan bekerja untuk uang; biarkanlah uang yang bekerja untukmu." Padahal kalau pun dipaksa diterapkan, itu hanya akan berlaku bagi mereka yang telah berduit banyak, dan tak pernah ada bukti konkret keberhasilannya.
Kiyosaki berbicara laiknya seorang politisi. Itu terlihat dari frasa-frasa yang dipakainya seperti "yang kaya" dan "yang miskin". Dia tak sadar frasa-frasa itu tak pernah ada dalam dunia bisnis, tetapi secara eksklusif adalah kosa kata para politisi gerakan kiri, atau para politisi semu.
Majalah bisnis Smart Money pernah memuat detail kisah hidup Robert T. Kiyosaki. Ditulis di situ, Kiyosaki itu ibarat bunglon yang mampu mengubah pidatonya secara radikal untuk meyakinkan pendengarnya. Kepada pendengar yang religius, dia menjelma sebagai sosok pendeta. Kepada para pebisnis, dia mengatakan dirinya sebagai seorang marinir dan veteran perang. Kepada para distributor Amway, dia adalah seorang MLM, dan seterusnya. Dia berbicara apa yang diinginkan oleh pendengar agar ia selalu didengar.
Buku Rich Dad Poor Dad menjadi best-seller sejak pertemuannya dengan seorang distributor Amway, yang kemudian mempromosikan dan mewajibkan kepada downline-nya sehingga bisa meraup keuntungan baik dari pihak distributor maupun dari Kiyosaki sendiri. Selain itu, belum pernah ada berita bahwa buku Kiyosaki mampu benar-benar menjadikan seseorang kaya. Malah sebaliknya, mereka yang menuruti petunjuknya malah terjerembab dalam lumpur penderitaan bisnis.
Memang, di kemudian hari, setelah serangan terhadap Kiyosaki semakin gencar, ia meluncurkan sebuah buku yang katanya berisi kisah-kisah sukses yang berpedoman pada Rich Dad. Namun setelah diteliti lebih jauh, kisah-kisah itu tampak janggal. Juga seringkali bisnisnya tak ada hubungan dengan apa yang ditulis Kiyosaki dalam bukunya. Kalau toh ada yang kaya, itu disebabkan usaha mandiri mereka, bukan karena buku Kiyosaki.
Seseorang bisa menjadi kaya, namun tidak semudah seperti apa yang dikatakan Kiyosaki. Apalagi, dia begitu menghina pendidikan. Padahal semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin panjang umur, jarang bercerai, dan semakin sehat dia. Apa yang dikatakan Kiyosaki seringkali tidaklah berkaki di dunia nyata.
Banyak hal dalam diri Kiyosaki yang tidak pernah diungkapkan secara gamblang kepada publik. Dia hanya memberikan jawaban-jawaban yang tidak spesifik dan ambigu atas berbagai pertanyaan seputar kehidupan pribadinya. Misalnya, soal kekayaannya, dan kisah hidupnya yang penuh kebangkrutan di tahun 80-an. Dia juga tak menjelaskan di mana sang Rich Dad, berapa banyak kekayaannya, benarkah Rich Dad sangat berpengaruh dalam hidupnya sejak kanak-kanak?
Namun, begitu bagus Kiyosaki menulis, begitu enak dibaca sehingga tanpa sadar kita terhipnotis. Dia telah terstigma sebagai begawan dalam dunia bisnis yang omongannya adalah sebuah postulat.
Menyimak catatan Kiyosaki sendiri, kita akan menemukan beberapa kontradiksi dari apa yang Kiyosaki katakan dulu dan sekarang. Tahun 1992, Kiyosaki menulis sebuah buku If You Want to be Rich and Happy, Don't Go To School? Buku ini ia dedikasikan kepada Ralph H. Kiyosaki, seorang mantan instruktur pendidikan, sang ayah kandung. Kiyosaki menyebut dia sebagai guru terbaik yang pernah dimilikinya. Ayah kandungnya inilah yang kemudian ia sebut sebagai Poor Dad. Tapi buku Rich Dad Poor Dad, yang terbit di tahun 1997, sangat jelas mengatakan bahwa Rich Dad (ayah Mike) adalah satu-satunya guru yang pernah ia miliki.
Bisa jadi Rich Dad adalah ayah kedua yang pernah dia miliki. Tapi, sebenarnya, buku di tahun 1992 itu, juga menyebutkan bahwa guru terbaik keduanya adalah F. Marshal Thurber. Jadi, mungkin Rich Dad adalah yang ketiga. Ternyata tidak, di buku yang terbit 1992 itu, di bagian acknowledgment, tercantum 111 nama, dan tidak satu pun yang muncul sebagai Rich Dad.
Sedikit mengingatkan, dalam buku Rich Dad Poor Dad, 1997, Rich Dad merupakan buku utama yang menggambarkan kehidupan Kiyosaki sejak tahun 1955, ketika dia berusia sembilan tahun. Jadi, di mana sesungguhnya Rich Dad di tahun 1992 ketika Kiyosaki begitu tekun mengidentifikasi orang-orang yang bermakna dalam hidupnya?
Ketika ditanya di manakah sang Rich Dad oleh Smart Money, anehnya Kiyosaki mengatakan dia telah meninggal dunia di tahun 1992. Tapi kemudian diralatnya lagi bahwa Rich Dad masih hidup, dan menjadi seorang penyendiri yang sakit-sakitan. Jadi, bagaimana Kiyosaki mempertanggungjawabkan trademark Rich Dad Poor Dad kepada orang yang sebenarnya tidak pernah ada?
*) Penulis adalah editor pada sebuah penerbit.
Robert T. Kiyosaki tidak lebih dari seorang pembohong!!
Kiyosaki dan Mitos Rich Dad
Parade bintang Lux
Parade bintang Lux dari jaman Jebot sampe jaman Robot nih...
dari jaman simkuring dipopokan sampe dah berjenggot seperti sekarang..
dari jaman simkuring harum sampe bakel...
dari jaman simkuring kasep sampe beuki kasep...
Poto2nya nih.. jadi inget masa kecil...
1986
Ira Wibowo
Marissa Haque
Minati Atmanegara
Rini S Bono
1988
Ida Iasha
Ira Wibowo
1990
Andry Sentanu
Cynthia Yusuf
Dina
Ida Iasha
Okky Asokawati
1993
Okky Asokawati
Donna Harun
Nia Zulkarnaen
Ida Iasha
1996
Desy Ratnasari
Ida Iasha
Nadia Hutagalung
Tamara Bleszinsky
1997
Nadia, Desy, Tamara, Vira Yuniar
2002
Dian Sastro
Dian Nitami
Tamara Bleszinsky
Febby Febiola
2003
Dian Sastro
Febby Febiola
2004
Febby Febiola
Mariana Renata
Tamara Bleszinsky
2005
Dian Sastro
Febby Febiola
Mariana Renata
Tamara Bleszinsky
2006
Dian Sastro
Luna Maya
Mariana Renata
Tamara Bleszinsky
Fisika Teknik atau Teknik Fisika? manakah yg benar?
Seringkali orang awam bingung, manakah yg benar antara Fisika Teknik dan Teknik Fisika. Sebelum bahas ini lebih lanjut, ada baiknya kita tanya ke tante wiki.
Engineering physics (EP) is an academic degree, available mainly at the levels of B.Sc., M.Sc. and Ph.D. Unlike other engineering degrees (such as aerospace engineering or electrical engineering), EP does not necessarily include a particular branch of science or physics. Instead, EP is meant to provide a more thorough grounding in applied physics of any area chosen by the student (such as optics, nanotechnology,mechanical engineering, electrical engineering, control theory, aerodynamics, or solid-state physics). This is why in some countries only the B.Sc. part of the degree is called a degree in Engineering Physics.
Engineering physics degrees are respected degrees taught in many countries. It is notable that in many languages the term for Engineering Physics would be directly translated into English as "technical physics".
More recently, as an apparent attempt to stress the interdisciplinary nature of such degrees, some institutions now use the term Engineering science.
Well.. dari jawaban tante wiki, dapat kita simpulkan bahwa yg benar adalah Fisika Teknik. Lucunya muncul Undang2 di negeri kita bahwa untuk semua jurusan Teknik, harus diawali dengan kata "Teknik". Sehingga jurusan Fisika Teknik pun akhirnya diganti menjadi Teknik Fisika. Hah? What the He** is that!? Alasan apa pulak itu?
selanjutnya coba tanya ke pakde www.engineering.com
Engineering physics is a branch of applied science that emphasizes both engineering and physics. The engineering physics curriculum is designed to fulfill the educational requirements for professional work in various fields of applied science which are based upon a thorough knowledge of physics and foundation of basic scientific principles, as well as the theoretical knowledge and skills required for specific engineering applications.
Dari sini bisa dilihat bahwa yg namanya Engineering Physics itu merupakan suatu bidang yg merupakan perpaduan antara Rekayasa dan Fisika. Ini jelas menunjukkan bahwa istilah yg tepat memang Fisika Teknik bukan Teknik Fisika.
Instrumentation Laboratory Department of Physics and Engineering Physics Saskatchewan University
Photonics and Biophotonics Facilities at Department of Engineering Physics McMaster University
Transistor Terkecil Dibuat dari "Goresan Pensil"
Dalam satu goresan pensil mungkin dapat disusun ribuan transistor. Bagaimana tidak, untuk membuat sebuah transistor terkecil di dunia, hanya cukup 10 atom graphene dari bahan baku pensil, grafit.
Seperti dilaporkan dalam jurnal Science edisi terbaru, kesuksesaan ini buah kolaborasi Dr Kostya Novoselov dan Profesor Andre Geim dari Sekolah Fisika dan Astronomi Universitas Manchester, Inggris. Berkat temuannya, sebuah transistor dapat dibuat dengan ukuran lebih kecil dari sebuah molekul.
Semakin kecil ukuran transistor, semakain besar peluangnya menanamkannya dalam rangkaian sebuha chip. Sejak chip pertama kali dikembangkan tahun 1960-an, para ilmuwan terus berusaha memperkecil ukuran sebuah transistor karena pengaruh hukum Law yang dikemukakan Gordon Moore, pendiri Intel. Hukum yang sebenarnya prediksi Moore tersebut menjadi target perusahaan chip untuk melipatgandakan jumlah transistor dalam satu keping chip prosesor setiap dua tahun.
Miniaturisasi transistor terus menjadi tantangan dalam industri komputasi. Namun, teknologi berbasis silikon yang dipakai saat ini diperkirakan menghadapi batas antara 10-20 tahun ke depan. Ukuran sebuah komponen dalam chip tidak mungkin diperkecil kurang dari 10 nanometer karena pada kondisi tersebut semua oksida semikonduktor, termasuk silikon, tidak terkontrol jika dicetak di atas permukaan seperti air yang diteteskan di atas loyang panas.
Graphene dapat menjawab tantangan tersebut karena tetap stabil pada suhu tinggi dan bersifat konduktif atau menghantar listrik dalam ukuran satu nanometer sekalipun. Penelitian di Manchester telah membuktikan kemampuan graphene membentuk komponen listrik yang berkuran di bawah 10 nanometer.
Namun, jangan berharap dulu bisa membuat superprosesor dengan transistor ini. Sebab, fokus peneliti baru pada tahap memperkecil ukuran transistor dan belum sampai pada tahap merangkainya menjadi sirkuit elektronika.
"lagipula, belum ada teknologi yang dapat memotong dalam ukuran nanometer secara presisi. Namun, ini sama besarnya dengan tantangan yang harus dihadapi pascasilikon. Setidaknya, kami punya material yang dapat memenuhi tantangan tersebut," ujar Geim.
Material ini ditemukan pertama kali oleh Geim dan timnya empat tahun lalu dan menjadi topik hangat dalam penelitian fisika dan material saat ini. Graphene merupakan material pertama yang memiliki ketebalan satu atom karena bisa digambarkan sebagai atom-atom grafit yang disusun berjajar.(PHYSORG/WAH)
sumber : www.kompas.com
Kunci Konversi Sampah ke Energi Listrik Ditemukan
Mimpi mengubah sampah dan limbah menjadi aliran listrik kian mendekati kenyataan, terlebih ketika para peneliti dari Universitas Minnesota Amerika Serikat menemukan kunci konversi sampah ke listrik.
Baru-baru ini hasil penelitian tim Universitas Minnesota mendapati bahwa organisme bakteri yang mampu menghasilkan listrik bisa ditingkatkan produksi energinya dengan pasokan riboflavin - yang lazimnya dikenal dengan vitamin B-2.
Bakteri penghasil listrik itu bernama Shewanella, seringnya didapati di air dan tanah.
“Bakteri ini bisa mengubah asam susu (lactic acid) menjadi listrik,” kata Daniel Bond dan Jeffrey Gralnick dari Jurusan Mikrobiologi Institut Bio-Teknologi Universitas Minnesota yang memimpin penelitian.
"Ini sangat membahagiakan buat kami, karena menuntaskan teka-teki biologi yang sangat fundamental," kata Bond.
Ia menjelaskan, "Para pakar selama sudah bertahun-tahun mengetahui bahwa Shewanella bisa menghasilkan listrik. Dan sekarang kami tahu bagaimana bakteri ini melakukannya."
Penemuan ini juga berarti bakteri Shewanella bisa memproduksi energi lebih banyak lagi bisa riboflavin ditingkatkan jumlahnya. Selain itu penelitian tim Universitas Minnesota ini juga membuka peluang bagi berbagai inovasi di bidang energi terbarukan dan pembersihan lingkungan.
Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 3 Maret 2008.
Tim penelitian yang lintas-disiplin ilmu ini menunjukkan bahwa bakteri tumbuh di elektroda yang secara alamiah menghasilkan riboflavin.
Karena riboflavin sanggup membawa elektron dari sel-sel hidup ke elektroda, maka angka produksi listrik pun bisa ditingkatkan menjadi 370 persen saat riboflavin ditambah jumlahnya.
Penambahan bahan bakar mikroba ini menggunakan bakteri serupa yang bisa menghasilkan listrik untuk membersihkan limbah air.
"Bakteri bisa membantu kita menurunkan biaya pabrik pengelolaan limbah air," kata Bond.
Tapi untuk aplikasi yang lebih ambisius seperti listrik untuk transportasi rumah atau bisnis, masih kata Bond, dibutuhkan temuan ilmu biologi yang lebih mutahir dan pasokan bahan bakar sel yang lebih murah.
Lalu timbul pertanyaan, "Bagaimana bakteri ini bisa menghasilkan listrik?"
Secara alamiah, bakteri seperti Shewanella butuh mendapatkan dan melarutkan benda-benda logam seperti besi. Dengan kemampuan mengarahkan secara langsung elektron ke logam, membuat bakteri ini bisa mengubah kadar kimia dan tingkat ketersediaannya.
"Bakteri sudah sejak miliar tahun lalu mengubah kadar kimia di lingkungan hidup kita," kata Gralnick.
"Kemampuan mereka membuat besi menjadi zat yang terlarutkan adalah kunci dari proses siklus logam di lingkungan dan memainkan peran yang sangat penting buat kehidupan di Bumi," tambahnya.
Proses ini bisa berlaku terbalik untuk menghindari logam terkena kerosi, teruma buat logam-logam di kapal laut. (Ant/OL-06)
sumber : Media Indonesia

